Tentang Sebuah Doa dan Harap

prayer

Bukannya tidak optimis, aku hanya berusaha memangkas harap yang tumbuh dengan liar. Memastikan agar hati hanya menggantungkan harapnya kepada Tuhan melalui seuntai doa.

 

Memangkas harap memang bukan perkara mudah. Rasanya seperti memaksakan diri untuk jatuh berkali kali saat harap mulai melambungkanmu cukup tinggi dengan segala keindahannya.

 

Tapi, mengertilah, menjatuhkan diri saat belum terbang terlalu tinggi itu jauh lebih baik. Setidaknya aku tidak harus merasakan jatuh dari puncak anganku untuk kedua kalinya.

 

Maka hanya kepada Mu, Tuhan, sebaik-baiknya tempat menaruh harap, kupanjatkan doa-doaku.

 

-Banten 220416-

Sebuah Dongeng- A MAN NAMED VENUS

“When first time we met, you were as cold as an ice. But now, I guess I melted you a bit”

venus saturn

***Venus selalu bersinar terang, karena letaknya yang berdampingan dengan Matahari. Banyak yang mengagumi keindahan Venus, meski hanya dari jauh. Panas yang dipancarkannya membuat siapapun tak berani mendekat.

Tapi tak pernah ada yang tahu, Venus sudah lelah berpendar sendirian. Ia ingin mencari seseorang yang bisa mendampinginya. Yang mempunyai cukup keberanian untuk menikmati cahaya silaunya dari dekat, dan meredam panas yang dipancarkannya.

Pernah ia mendengar kisah tentang seorang Putri Saturnus, dengan butiran es cantik yang membentuk sebuah cincin redup disekelilingnya, untuk merangkul siapapun yang ada di dekatnya. Sayangnya, Sang Putri tinggal sangat jauh dari keberadaannya saat ini, seribu tiga ratus juta kilometer jauhnya. Entah kecepatan macam apa yang harus dimiliki untuk bisa mencapainya.

Sampai suatu saat, semesta menciptakan moment bernama “konjungsi” untuk Venus dan Saturnus saling bertemu. Beberapa saat sebelum terbitnya fajar di langit Timur, keduanya berpapasan di putaran porosnya masing-masing, lalu saling mendekat. Venus yang bahagia memancarkan sinar terangnya, dipantulkan oleh cincin saturnus yang redup menjadikan keduanya berpendar bersamaan menghiasi langit fajar.***

 

Semesta selalu punya ruang untuk mempertemukan apapun yang sudah ditakdirkan Sang Pencipta, bukan? seperti Venus dan Saturnus. Tak perlu memaksakan kehendak untuk memangkas jarak yang ada, berputarlah saja sesuai porosmu, dan jika sudah datang saatnya, pertemuan itu pasti terjadi. Happy conjungtion, Venus and Saturn~~

Banten, 100416

-Terinspirasi dari peristiwa konjungsi Planet Venus dan Saturnus-

NB: Ga cuma gerhana loh peristiwa menarik yang terjadi di sistem Tata Surya. Oya, Btw, jadi pasangan Venus itu bukan Mars ya, tapi Saturnus ^0^

SEBUAH DONGENG TENTANG PERJALANAN

“Ada kalanya Tuhan menyiapkan rintangan bertubi bukan untuk menguji kesungguhan kita, tetapi sebagai pertanda bahwa kita harus berbalik arah dan mengambil jalan yang lain”

Saat itu aku memutuskan untuk memilih melewati sebuah jalan, yang pernah kau tunjukkan. Jalan menuju kamu, mungkin- setidaknya itu yang aku yakini pada saat itu. Saat di sepanjang jalan nya mulai banyak kerikil bertebaran dan terasa berpasir, aku mulai berpikir,
“Ah~ mungkin Tuhan sedang menegurku untuk mengemudi tidak terlalu cepat”.

Lalu semakin jauh aku melewatinya, aku tak kunjung menemukanmu. Yang kutemui malah beberapa lubang menganga menghiasi jalan, dan makin mempersulit perjalananku. Aku putuskan untuk menghentikan perjalanan sejenak. Hari pun sudah mulai gelap, matahari mulai pamit, membuatku makin ragu untuk melanjutkan perjalanan.

Aku mencari tempat penginapan, untuk mengisi kembali energiku yang mulai hilang. Ada sebuah rumah pondokan kecil, sekilas tampak nyaman untuk beristirahat. Aku tinggal disana sementara waktu, memikirkan ulang rencanaku untuk menemuimu.

“Haruskah aku berhenti di rumah ini saja dan menyerah untuk melewati jalan ini?”, pikirku.

Tapi, bukan aku namanya kalau tidak keras kepala bukan? Dan kekeras-kepalaan ku ini, menghasilkan sebuah keputusan untuk meninggalkan rumah pondokan itu dan melanjutkan perjalananku. Aku menamai perjalanan berikutnya ini dengan “kesempatan kedua”. Meski sekilas tampak nyaman, aku tahu rumah pondokan itu bukan tempatku.

Aku cukup kesulitan melalui perjalanan kedua ini, tapi toh aku tetap bahagia dengan keputusanku ini. Aku mencoba menikmati rintangan yang ada, sambil membayangkan betapa bahagianya jika setelah semua kesulitan ini, aku akan menemuimu di ujung perjalanan. Pikiranku dipenuhi imajinasi “Happy Ending” seperti yang selalu ada di kisah putri kerajaan.

Imajinasiku mendadak luntur, karena tiba-tiba ada badai besar menghadang. Kau memintaku untuk menjauhi badai itu. Tapi, menjauhi badai sama saja dengan menjauhi jalan menuju mu bukan? Aku mencoba memahami permintaanmu. Meski sebenenarnya, bukan permintaan untuk menjauh  yang ingin aku dengar. Aku inginnya kau menyakinkanku untuk meneruskan perjalanan menembus badai.Tapi, sudahlah~ Kuanggap kau khawatir dengan keselamatanku.

Aku mulai menjauhi jalan menuju mu, sambil berdoa agar badainya lekas pergi. Oh, tapi Tuhan rupanya menjawab doaku dengan cara lain. Badainya tak kunjung berhenti. Aku mengutuk keadaan yang seolah tak berpihak padaku ini. Dan hari-hariku berubah menjadi penuh tangisan penyesalan.

“Kenapa perjalanan ku yang kuberi nama ‘kesempatan kedua’ ini menjadi semakin sulit?”.

Sampai suatu saat, munculah seorang ibu peri, yang tanpa kuminta, dia mulai menunjukkan arah untuk berbalik, menuju jalan yang lain. Aku tak yakin apakah jalan ini akan mudah dilalui, atau akan penuh rintangan seperti yang sebelumnya. Tapi ibu peri itu menasehatiku,

“Nak, Tuhan sudah cukup memberi isyarat padamu untuk berbalik arah. Yang perlu kau lakukan adalah mengikuti petunjuk Nya, perlahan lahan mencoba jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan, sambil terus berdoa memohon kelancaran. Jika memang jalan baru ini yang ditakdirkan untukmu, maka semuanya akan terasa mudah”, begitu petuah ibu peri.

Tak pernah ada penjelasan ilmiah mengenai sebuah kebetulan. Entah bagaimana bisa seorang ibu peri tiba-tiba datang dan menunjukkan ku jalan untuk berbalik arah. Mungkin Tuhan sengaja mengutusnya, tanpa sepengetahuanku. Terkadang keajaiban memang datang dengan cara yang mengejutkan dalam serangkaian peristiwa kebetulan.

Dan saat ini, aku mulai memutuskan memulai perjalanan baruku. Aku sepenuhnya membuka pikiranku untuk hal baru yang akan terjadi. Dan aku hanya bisa meminta pada Tuhan, semoga ada kebahagaiaan yang akan menungguku di ujung perjalanan ini.

Kehilangan hal yang biasa kita jalani memang sulit. Tapi aku percaya akan terasa makin mudah setiap harinya. Hanya karena ini jalan yang berbeda, bukan berarti ini jalan yang buruk kan? Siapapun yang sedang menanti di ujung perjalanan sana, semoga kau sudah memulai langkahmu untuk menjemput.

 

-Banten, 010416-

PATH WAY

Seorang Lelaki dan Mesin Waktu

“Terkadang, sebuah pertemuan,  mengajarkan kita tentang cara menjauh”

-penagenic-

 

Malam minggu gerimis mengguyur kota. Aku berteduh di sebuah kedai kopi, duduk sendiri, sampai akhirnya seorang lelaki muda dengan raut wajah suram itu datang menghampiri.

“Yu, boleh duduk disini?”, katanya.

“Oh, silahkan. Tapi, darimana kamu tahu namaku?”, tanyaku heran. Lelaki itu tersenyum, mata sipitnya yang indah bersembunyi di balik lipatan kelopak matanya.

“Aku sudah menunggumu sejak lama di masa lalu, tapi kamu baru datang di masa depan.”, katanya, lalu diam sejenak dan menghela nafas panjang.

“Terlambat”, wajahnya kembali suram.

“Terlambat? Maksudmu?”, aku balik bertanya.

“Tidak usah terlalu dipikirkan. Aku hanya ingin menyapamu sekarang, di masa lalu mu sendiri. Sekian lama aku selalu mencari mesin waktu, untuk memutar ulang waktu mu. Namun, setelah mendapatkannya, aku tak kuasa membawamu ikut ke masa lalu ku yang terlalu carut marut. Hingga akhirnya aku pasrah pada masa lalu, dan menaruh harap pada masa yang akan datang.”

“Tidak pernah ada yang tahu masa depan, yu”, ujarnya sambil menatapku lekat-lekat.

“Terimakasih sudah hadir di masa depanku, meski waktunya tidak tepat. Toh aku hanya tinggal berharap waktunya menjadi tepat pada masa yang akan datang lagi kan?”.

Aku tak pernah benar-benar mengerti apa maksud pembicaraan lelaki ini. Tentang mesin waktu, masa lalu nya yang carut marut, dan masa depan. Apakah aku akan benar-benar bertemu dengannya di masa depan seperti yang ia bicarakan?

Ah, kurasa, tak penting merisaukan masa depan yang masih belum terjadi. Yang jelas kami berdua menikmati malam yang hujan itu bersama-sama. Ditemani aroma secangkir kopi yang tercium dari kepulan asapnya. Dan entah kenapa, ada rasa hangat yang memenuhi dadaku.

-16123-

time-travel-evidence

Terimakasih sudah memberikan pelajaran yang luar biasa tentang kehidupan. Sayonara to arigatou, ‘time-machine’ no otoko🙂

 

RESTRICTED

Terkadang, hal-hal yang tidak seharusnya kita biarkan tumbuh di dalam hati itu malah menimbulkan adiksi. Ada semacam sensasi bahagia yang sulit dideskripsikan kata-kata. Sampai adam dan hawa pun tergoda, lalu terusir dari surga.

-Ayu Indriyani-

devil angel

Rain Heals Everything

 

rain heals

 

Kata orang, hujan itu menyembuhkan segalanya

Dia menyembunyikan wajah sembabmu ketika menangis

Saat ia menjadi semakin deras, gemericiknya menyamarkan suaramu,

Jadi kamu bisa meneriakkan semua keluh kesah dan rasa kecewa mu tanpa didengar siapapun

Dan kamu akan merasa lebih baik setelahnya

Setelah ia reda pun, kamu akan mendapati pemandangan serupa busur warna-warni yang melengkung di langit,

yang menjembatani semua doa-doamu sampai ke pelukan Tuhan

Jadi,
apakah kamu sudah merasa baikan sekarang?

 

di suatu sore yang hujan,

-121215-

Selamat Datang, Musim Penghujan

“Ini sudah musim penghujan, tapi aku masih saja layu. Dedaunan hijau yang kupunya sudah habis, ranggas di musim kering yang panjang. Sisanya tinggal lembaran yang berwarna agak kekuningan, hampir mati. Tetapi, biarpun layu, aku harus berdiri sendiri di tanah. Aku tak mau seperti gulma, tumbuh subur, namun sesungguhnya ia mati tak berdaya tanpa inang nya. Mungkin aku harus bersabar lebih lama lagi. Berdoa agar hujan turun lebih banyak. Menggemburkan tanah-tanah yang terbelah, dan membasuh semua pedih nya bumi di kemarau lalu.”

 

rain plant.jpg

 

Selamat datang musim penghujan. Welcome my rainy days. Sepertinya hujan yang turun mulai meluruhkan debu-debu yang bertebaran di blog ini. I’m back! Mari menulis kembali, bukan untuk dibaca orang lain, sekedar meninggalkan jejak kehidupan. I’m alive!! meskipun agak layu😀
So, gimme your strength, rainy days~

SECOND CHANCE

People say, find a good people and leave the bad ones. But I think we have to find the good in people and understand the bad in them, then help them come out from it. No one is perfect. Everyone deserves a second chance. And those who are brave enough to do better, will never miss it. Remember, a great courage is needed to get a second chance. Once you get it, push yourself to be better than yesterday, because a third chance is called regret.

“…..Indeed, Allah will not change the condition of a people, until they change what is in themselves……” (Surah Ar-Ra’d-verse 11)

 

-dedicated to my man who takes a second chance courageously-

I love you as always🙂

secomd chance

Angin di Bulan September

Berhembus begitu kencang
Menghempas kenangan yang terserak
Membuat aroma masa lalu tercium kuat
Rasa dinginnya menelusup dalam
Mengenai luka yang terkubur jauh di dasar hati

Ingatkah kau,
Angin di bulan september

Membuat dedaunan yang tertiup olehnya riuh bergesekan
Sampai kau sadar
Memang tak ada suara lain disekeliling
Sepi
Hanya ada angin di akhir september

image