Saatnya “Melek” Kalori

Segala seuatu memiliki takaran dan ukurannya masing-masing,, maka janganlah berlebih lebihan,, bukankah Tuhan pun sudah mengajarkan pada makhluknya agar jangan berlebih lebihan?!___

“Eat Well, Life Well”. Apakah ada yang pernah mendengar ungkapan singkat itu? Aku pun sebenarnya tidak ingat dengan pasti pernah mendengarnya dimana atau dari siapa, tetapi kurasa kata-kata itu bisa diaplikasikan sebagai salah satu cara untuk menjaga kelangsungan hidup kita.

Saat ini aku sedang belajar di modul metabolik endokrin, modul yang mempelajari tentang metabolisme yang terjadi di dalam tubuh manusia dan hormon-hormon beserta seluruh efeknya pada tubuh. Cukup rumit memang, dan aku bukan berniat untuk membahas semua yang kupelajari disini, aku juga tidak bermaksud untuk curhat tentang ‘kegilaan’ ku yang belajar mati-matian tentang berbagai reaksi kimia dalam tubuh di modul itu. Ada sesuatu yang cukup membuat aku tertarik untuk membaginya di blog ini, yaitu tentang POLA MAKAN.

Awalnya, kami semua -mahasiswa FK UIN-  mendapat sebuah kasus kertas tentang seorang ibu rumah tangga yang  datang ke dokter dengan keluhan berat badannya yang semakin naik akhir-akhir ini. Di kasus itu dituliskan bahwa ibu tersebut suka makan ‘fast food’ dan mempunyai hobby ngemil sambil menonton TV. Si ibu jarang mengerjakan pekerjan rumah seperti mencuci, mengepel, dan lain-lain karena sudah ada pembantu rumah tangga. Selain itu si ibu juga tidak pernah berolahraga.

Setelah membaca kasus itu, aku pun sadar, sebenarnya banyak dari kita yang memang memiliki keseharian yang sama seperti ibu yang ada di kasus tersebut. Pola makan kita tidak baik, makanan yang kita makan pun kebanyakan ‘fast food’, dan fenomena yang paling sering lagi adalah kita jarang atau bahkan tidak pernah berolahraga. Mungkin semua kebiasaan kurang baik yang dilakukan si ibu pada kasus tersebut tidak semuanya ada pada diri kita, tetapi aku hanya ingin berbagi saja, bahwa mengatur pola makan itu sangatlah penting untuk kesehatan. Banyak penyakit yang awalnya timbul akibat pola makan yang kurang baik.

Obesitas, itulah masalah yang aku pelajari terkait kasus kertas di atas. Obesitas adalah suatu keadaan dimana seseorang mempunyai berat badan yang berlebihan dan tidak proporsional dengan tinggi badannya. Hal ini terjadi karena tidak seimbangnya kalori yang masuk dan kalori yang kita gunakan. Dari obesitas ini bisa timbul berbagai macam penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, stroke, dan lain-lain. Obesitas juga membuat orang yang mengalaminya merasa minder karena postur tubunya yang lebih besar dibanding yang lain, hal ini terutama dirasakan oleh wanita. Obesitas ini biasanya timbul dari pola makan kita yang kurang terkontrol dan tidak dimbangi dengan kegiatan fisik yang kita lakukan. Ok, mungkin aku tak akan banyak berbagi tentang obesitas disini, aku hanya akan menyoroti bagaimana cara mengatur pola makan yang baik dan mengimbanginya dengan kegiatan fisik agar tidak terjadi obesitas.

Ada 2 hal yang harus diketahui agar kita bisa mengatur pola makan dengan baik:

  1. Hitunglah kebutuhan kalorimu

Kebutuhan kalori setiap orang berbeda. Jadi cobalah untuk menghitung kebutuhanmu.

Caranya, hitung dulu berapa berat badan ideal mu dengan rumus index broca di bawah ini:

(TB-100) – (10% x [TB-100])

Contoh: jika tinggi badan ku adalah 150 cm, maka BB idealku adalah 45 kg.

Setelah mengetahui BB ideal, maka perhitungan kebutuhan kalori bisa dimulai dengan rumus:

  • Jika jarang / tidak pernah olahraga = BMR x 1,2
  • Jika olahraga ringan teratur (1-3 kali/minggu) =  BMR x 1,375
  • Jika sering olahraga teratur (3-5 kali/ minggu) = BMR x 1,55
  • Jika sangat sering olahraga teratur (olahraga berat 6-7 kali/ minggu) = BMR x 1,725
  • Jika extra aktif berolahraga (olahraga sangat berat dan pekerja fisik) = BMR x 1,9

Nilai BMR (Basal Metabolic Rate) bisa didapat deang cara:

Perempuan = 655 + (9.6 x BB ideal) + (1,8 x TB) – (4,7 x usia)

Laki-laki = 66 + (13,7x BB ideal) + (5 x TB) – (6,8 x usia)

2. Hitunglah jumlah kalori dalam makananmu

Setelah mengetahui kebutuhan kalorimu, maka untuk menyusun menu yang seimbang, maka kamu harus mengkonversikan makanan yang kamu makan ke dalam satuan kalori. Berikut ini ada beberapa contoh bahan makanan yang sudah dikonversikan ke dalam satuan kalori. Semoga bisa membantu dalam menyusun menu makan yang sesuai dengan kebutuhan kalori.

Bahan makanan yang sudah dikonversikan bisa di download di link berikut:

http://www.mediafire.com/?ju9we98wpgwtw3e

Nah, setelah menyusun menu yang seimbang, silakan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini cukup ampuh juga untuk menghindari obesitas. Dan bagi yang merasa berat badannya ‘overweight’, cara ini bisa juga digunakan untuk diet seimbang. Daripada menggunakan obat-obatan atau produk-produk pelangsing, cara ini terhitung lebih sehat. Mungkin pada awalnya kita akan merasa sedikit kesulitan dalam mengkonversi makanan ke dalam satuan kalori, tetapi lama kelamaan pasti kita akan terbiasa. Percayalah, hidup sehat itu mudah jika kita mau memulai. SELAMAT MENCOBA~ ^^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s