“Ghost Friends”

“Melakukan hal dengan sepenuh hati untuk seseorang yang penting bagimu, baik dia ‘hantu’ atau manusia, samasekali bukanlah suatu kesalahan___”

Prolog di awal memang terdengar cukup aneh. Adakah yang merasa janggal dengan kata ‘hantu’ ?! Yup, kata-kata itu aku dapat dari sebuah dorama jepang yang berjudul “Ghost Friend”. Sebelum aku menulis lebih jauh tentang dorama yang baru aku tonton, aku akan bercerita hobiku terlebih dulu.

Dari username dan address dari blog ini sudah terlihat jelas, bahwa aku suka jepang, dan aku rasa aku pun pernah bilang sebelumnya bukan?! ^_^ aku cukup banyak tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan jepang. Budaya mereka, bahasa, daily life, dan merambah ke dunia hiburan (music, film, dll).  Jika ada waktu luang, aku selalu menggunakannya untuk pergi ke festival jepang atau menonton film-film jepang (movie atau dorama). Salah satunya adalah dorama “Ghost Friend” yang akan kuceritakan disini. Biasanya, alasan aku menoton sebuah dorama adalah karena dorama itu mempunyai nilai-nilai positif yang bisa kuambil.

Ok, mari berlanjut ke topik tentang dorama yang berjudul “Ghost Friend” ini. Sebenarnya banyak dorama yang sudah aku tonton dan memiliki lebih banyak nilai-nilai positif di dalamnya di bandingkan dengan dorama “Ghost Friend” ini, tapi, berhubung blog ini baru kubuat akhir-akhir ini, jadi postingan tentang dorama lain menyusul ya~ hehhe.

Ceritanya berawal dari kecelakaan yang dialami oleh seorang gadis SMA yang hobi melukis bernama Kamiya Asuka (Fukuda Saki) dan kedua orang temannya yang bernama yui dan miku. Bis yang mereka tumpangi bertabrakan dengan sebuah mobil sedan, lalu masuk ke jurang. Dari kecelakaan itu, hanya asuka lah yang selamat. Sejak saat itu, asuka memiliki kemampuan yang aneh, bisa melihat hantu. Selama di sekolah, ia bahkan sering menghabiskan waktunya bersama hantu dari miku dan yui, teman akrabnya yang meninggal di kecelakaan bis waktu itu.

Asuka adalah tipikal gadis yang tidak bisa mengatakan ‘tidak’ jika ada orang lain yang meminta bantuannya. Maka, sejak ia memiliki kemampuan untuk melihat hantu, ia selalu membantu para hantu yang meminta tolong padanya untuk melakukan permohonan terakhir mereka sebelum mereka meninggal. Di tengah perjalanannya membantu para hantu, asuka bertemu dengan seorang laki-laki bernama Hayami Kaito (Nishijima Takahiro) di sebuah acara peragaan busana. Pada saat itu, asuka melihat ada hantu perempuan yang sangat cantik berlari keluar dari tubuh seorang model, diikuti oleh kaito. Asuka pun mengikuti kaito yang berlari mengejar hantu gadis itu. Sejak saat itu, asuka dan kaito saling mengenal. Meski awalnya kaito bersikap dingin dan tidak suka jika asuka selalu membantu para hantu, asuka merasa bahagia karena ia bisa menemukan orang yang memiliki kemampuan yang sama dengannya.

Suatu hari, asuka memohon pada kaito untuk membantu melaksanakan permohonan terakhir dari hantu seorang anak laki-laki. Pada awalnya kaito menolak, karena menurutnya membantu para hantu adalah hal yang sia-sia. Tetapi setelah itu, kaito sadar, bahwa membantu seseorang dengan sepenuh hati, baik ia hantu atau manusia, bukanlah hal yang sia-sia. Setelah membantu asuka, kaito memutuskan untuk mengakui identitasnya yang sebenarnya pada asuka. Ia mengakui bahwa sebenarnya dirinya bukanlah manusia, dirinya adalah hantu. Pada awalnya asuka tidak percaya, karena ia bisa memegang tubuh kaito (tubuh hantu tidak bisa dipegang), tetapi setelah tangannya menyentuh tangan kaito yang begitu dingin, ia percaya. Kaito menceritakan bahwa ia diperbolehkan memakai jasadnya oleh ‘ghost guardian’untuk melakukan misinya, yaitu mengajak hantu gadis yang pernah dikejarnya beberapa waktu lalu di event peragaan busana-Misora Hongo-yang ternyata adalah kekasihnya. Misora tidak taat pada peraturan hantu, ia tak bisa menerima kenyataan bahwa ia telah mati, sehingga ia melarikan diri dari dunia para hantu ke dunia manusia dan mulai merasuki tubuh manusia sesukanya. Setelah mengetahui identitas kaito, asuka memutuskan untuk membantunya mencari misora.

Ceritanya memang agak sedikit aneh, tetapi aku cukup suka konflik di dalamnya. Berawal dari asuka yang mulai jatuh cinta pada kaito, kemudian ketika asuka dan kaito menemukan misora, misora tidak ingin pulang bersama kaito ke dunia hantu. Ia malah membenci kaito. Di sisi lain, kaito mulai merasa bahwa tubuhnya semakin melemah, pertanda bahwa kesempatan yang diberikan oleh ‘ghost guardian’ padanya hampir habis. Jika kaito tidak bisa membawa misora kembali sampai waktu yang diberikan padanya habis, maka tubuhnya akan lenyap, dan ia akan terperangkap tanpa bisa kembali ke dunia hantu ataupun ke dunia manusia.

Aku sempat mencatat beberapa pelajaran yang bisa diambil dari dorama ini. Baiklah, baca baik-baik ya, karena inilah inti dari postinganku kali ini ^^:

–          “Orang yang hidup, harus terus melanjutkan hidupnya dengan orang yang hidup juga”. Tidak baik jika ia terus meratapi orang yang sudah meninggal. Bukankah orang yang meninggal pun akan lebih tenang di alam sana jika orang-orang yang mereka tinggalkan terus melangkah maju ke depan, menjalani kehidupannya dengan sepenuh hati?! ^_^

–          “If you think it’s helpless, It’s worth giving a try.” Jika memang kamu merasa kesulitan dalam melakukan suatu hal, maka penting sekali untuk mencobanya. Bukankah kita tak akan pernah tahu apakah kita bisa atau tidak sebelum kita mencoba?! Jangan sampai menyesal karena tidak berani mencoba ya.. Akiramenai!! (baca: jangan menyerah).

–          “Use your own strength to do everything that you wanna do”. Jangan pernah bangga mengandalkan kemampuan orang lain dalam mencapai atau melakukan hal yang kamu inginkan. Itu berarti kita tidak percaya pada kemampuan sendiri. Be Confidence!

–          “If you really love someone, shouldn’t you wish for that person happiness more than your own?!” haah~ pelajaran yang satu ini memang ‘so sweet’. Masing- masing dari kita pasti ingin orang yang kita cintai merasa bahagia bukan, maka cobalah mengerti apa yang diinginkan oleh orang yang kita cintai. Jangan egois yaa.

–          “Mother is a also a human. They have times when they feel weak and do the wrong things” Jangan pernah bersikap tidak baik pada ibu, meski beliau pernah menyakiti hatimu. Ibu adalah manusia yang tak luput dari  kesalahan. Percayalah, di lubuk hati yang paling dalam dari setiap ibu, mereka mencintai anak-anaknya. So, lebih baik mengingatkan ibu dengan cara yang baik jika beliau bersalah, daripada membencinya.

–          Dan yang terakhir, film ini mengajarkan pada kita bahwa selama masih hidup, kita harus mempergunakan waktu kita sebaik baiknya. Jangan sampai ketika saatnya tiba, kita malah menjadi tidak siap dan tak bisa menerima kenyataan bahwa kita memang harus meninggalkan dunia yang fana ini.

Semoga postingan ini, atau bagi teman-teman yang menonton dorama ini, bisa mengambil pelajaran-pelajaran baik di dalamnya. Ingatlah, bahwa suatu saat kita pasti akan tiada. Jadi, gunakanlah waktu yang sangat singkat ini untuk melakukan hal-hal positif dengan sepenuh hati. ISHSHOUNI GAMBARIMASHOUU~ (^_^)/

2 thoughts on ““Ghost Friends”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s