10 Tahun Belajar di Yaman dengan 2 Pertanyaan untuk 1 Tamparan

“Ilmu Allah itu terhampar luas dan tak terhitung,, ibarat bintang di langit, maka yang bisa kau lihat di malam hari hanya sebagian kecil dari bintang-bintang yang tersebar di seluruh galaxy,, ibarat hujan deras yang tak akan pernah bisa kau hitung setiap tetesannya,, maka, apakah kita patut puas dan berbangga hati atas ilmu yang sudah dipelajari?!___”

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang baru saja menyelesaikan studinya di bidang agama di NegaraYaman. Selama menjalani studinya, pemuda tersebut masih menyimpan 2 buah pertanyaan yang sampai dia lulus pun, dia belum juga bisa menjawabnya.

Ketika si pemuda pulang ke negara asalnya, ia mengumpulkan segenap ulama besar di daerahnya untuk diajak berdiskusi mengenai jawaban dari 2 pertanyaan yang tidak pernah bisa ia temukan jawabannya selama belajar di Yaman. Setelah semua ulama dikumpulkan, pemuda tadi menyampaikan pertanyaan nya. Namun sayangnya, tak ada satupun dari ulama-ulama yang ia kumpulkan bisa menjelaskan secara jelas jawaban dari pertanyaannya tersebut. Si pemuda merasa kurang puas atas jawaban-jawaban dari para ulama yang berhasil ia kumpulkan, karena si pemuda merasa jawaban mereka terlalu rumit dan berbelit belit.

Sampai suatu saat, ia di minta oleh ayahnya untuk menemui seorang petani di desa seberang untuk menanyakan 2 pertanyaan tadi. Awalnya si pemuda bingung dan menyangsikan saran ayahnya, namun karena ia merasa belum puas atas jawaban para ulama tadi, ia mengikuti saran sang ayah.

Sesampainya di rumah petani tersebut, si pemuda berkata. “Assalamualaikum,pak. Kedatangan saya kesini bukan untuk menayakan perihal bertani atau berkebun, tetapi saya ingin bertanya beberapa hal tentang agama.”

“Baiklah,nak. Silakan. Jika bapak bisa menjawabnya, akan bapak jawab, namun, jika bapak masih belum bisa menjawab, maka pertanyaan mu ditangguhkan terlebih dahulu, dan akan bapak jawab sampai bapak menemukan jawabannya.” Si petani menjawab dengan penuh ketenangan.

Si pemuda mulai menjelaskan pertanyaannya, “Jadi begini pak, ada 2 pertanyaan. Pertama, kita sama-sama tahu bahwa Allah itu mempunyai sifat Wujud yang artinya ada. Tetapi, sampai sekarang, saya belum bisa menemukan orang yang bisa menunjukkan bahwa saya bisa melihatnya. Kedua, Allah sudah berjanji, bahwa di hari akhir nanti, setan akan dihukum dan dibakar oleh api, tetapi saya heran, setan itu terbuat dari api, lalu mengapa ia harus dibakar oleh api juga? Bagaimana bisa itu disebut hukuman? Apakah api akan merasa sakit jika dibakar oleh api?”

Mendengar 2 pertanyaan tersebut, si petani tersenyum dan berkata, “kemarilah, nak, mendekatlah padaku.” Setelah si pemuda tersebut mendekat, si petani langsung menamparnya dengan keras. Si pemuda keheranan dan langsung berkata pada si petani dengan nada tinggi, “hey, pak, saya meminta jawaban anda, kenapa anda malah memberikan saya sebuah tamparan?”

“ya, itulah jawaban atas pertanyaanmu,nak”, jawab si petani. “Sekarang aku bertanya, apa kau tadi merasa sakit?”, lanjut si petani.

“ya, tentu saja”, jawab si pemuda kesal.

“nah, coba sekarang tunjukkan padaku rasa sakit itu! Tunjukkan jika kau bisa. Jika pipimu menjadi merah atau bengkak, aku bisa melihatnya, namun, coba tunjukkan rasa sakitmu, karena aku tidak bisa melihatnya”, ujar si petani.

Si pemuda kebingungan. Tentu saja ia tidak bisa menunjukkan rasa sakitnya pada si petani.

“Wahai anakku, Allah pun seperti itu”, si petani menjelaskan. “Lalu kutanya lagi, menurutmu, tanganku ini terbuat dari apa? Wajahmu itu terbuat dari apa?” si petani kembali bertanya.

“hmm, ya,, intinya semua manusia itu terbuat dari tanah”, ujar si pemuda.

“nah, lalu bagaimana bisa tanganku yang terbuat dari tanah bisa menyebabkan rasa sakit di wajahmu yang sama-sama terbuat dari tanah?” Mendengar kata-kata si petani itu, si pemuda langsung terdiam.

Semoga teman-teman bisa mengambil pelajaran dari kisah di atas.

*Terimakasih untuk sejawatku Cut Firza yang telah membagi kisah yang luar biasa ini ^^

One thought on “10 Tahun Belajar di Yaman dengan 2 Pertanyaan untuk 1 Tamparan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s