Prinsip Sepak Bola- Indahnya Saling Mengajak & Mengingatkan Dalam Kebaikan

“Kita memang harus berlatih sendiri untuk menjadi lebih kuat, tetapi dengan dukungan teman-teman lah kita baru bisa mendapatkan kekuatan yang sebenarnya”

 

 

Pernah mendengar prinsip pemain sepak bola?! Yap, prolog di atas adalah sebuah prinsip yang yang harus dipegang seorang pemain sepak bola agar tim nya bisa tampil baik dalam sebuah pertandingan. Tetapi kali ini aku bukan ingin mengajak untuk membicarakan sepakbola, aku ingin mencoba mengaplikasikan prinsip di atas dalam hal dakwah.

 

Kata dakwah erat kaitannya dengan kata “mengajak dan mengingatkan”. Kata “mengajak” dan “mengingatkan” ini adalah sebuah kata yang membutuhkan objek jika dimasukkan ke dalam kalimat. Namun, objek yang dibutuhkan tidak semata hal yang berlainan dengan subjek. Hmm, begini contohnya : “Haru mengajak Budi untuk pergi ke masjid” atau “Haru mengingatkan budi untuk pergi ke masjid”. Subjek dan objek pada kalimat ini adalah hal yang berlainan bukan?! Nah, bagaimana jika ku tulis “Haru mengajak dirinya sendiri untuk pergi ke masjid” atau “Haru mengingatkan dirinya sendiri untuk pergi ke masjid”. Kesimpulannya, kata “mengajak” dan “mengingatkan” tidak semata ditujukan pada  oranglain, tetapi juga pada diri kita sendiri.

 

Baiklah, kembali ke prinsip sepak bola tadi. Aku ingin mencoba menerapkannya dalam kata dakwah. Jadi, sebelum kita mendakwahi orang lain, kita harus mendakwahi pribadi kita sendiri terlebih dahulu. Artinya kita harus berusaha memperbaiki diri kita dulu sebelum mendakwahi orang lain.  Namun, untuk menjadi pribadi yang baik itu kita juga butuh bantuan seorang teman bukan?! Barulah nanti kita bisa secara maksimal menjadi pribadi yang baik dan saling mengingatkan dengan yang lain serta saling mengajak untuk berbuat kebaikan. Begitulah dakwah dalam indahnya bingkai ukhuwah.

 

Sering sekali terdengar statement “ah, saya tidak mau dan merasa belum pantas untuk mengingatkan atau mengajak teman yang lain dalam berbuat baik, diri sendiri saja masih belum benar”. Kata-kata itu samasekali tidak benar. Bukankah ketika kita mengingatkan orang, maka secara otomatis hal tersebut juga menjadi peringatan bagi diri kita sendiri?! Sesungguhnya, alangkah beruntungnya orang yang mau mengingatkan dan mengajak orang lain untuk berbuat baik, karena dirinya sendiri menjadi lebih ‘allert’ sekaligus ia juga bisa mengajak orang lain untuk ikut melakukan hal-hal yang baik. Double Pahala!! ^_^

 

So, bagi teman-teman semua yang masih sungkan untuk saling mengingatkan atau mengajak teman yang lainya untuk berbuat hal baik apapun karena merasa dirinya sendiri belum baik, mari setting ulang mindset kita. Allah pun telah berfirman dalam Al-Quran surat Al- Ashr:

“,,,, Sesungguhnya manusia benar- benar ada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan saling nasihat- menasehati dalam hal kebenaran,,,,” . Semoga kita bukan termasuk orang yang merugi,,

 

Wallahu a’lam~

*Rangkuman kajian Forum Mahasiswa Dokter Muslim (FMDM) Selasa, 15 November 2011

2 thoughts on “Prinsip Sepak Bola- Indahnya Saling Mengajak & Mengingatkan Dalam Kebaikan

  1. yah.. katanya indahnya berbagi nek… ayolah, combine tulisan ini sama yang kang usep itu.. haha..

    Oiya, usul neh, klo pake wordpress ini bisa ga di homepage nya diatur supaya hanya tampil beberapa posting saja, soalnya sepengetahuan cucu tentang Site Optimizing, ga bagus kalo kita membiarkan homepagenya terlalu panjang, hingga membuat pembaca pusing mau baca yang mana. Lebih baik dibuat page/widget tersendiri yg isinya daftar isi dari blog ini🙂 maaf meracau di blog nenek nih,…. haha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s