Dokter adalah Alat yang digunakan Tuhan untuk Kesembuhan Manusia

“Dokter adalah alat yang digunakan oleh Tuhan untuk kesembuhan manusia. Ibarat pisau, sebuah alat harus terus diasah ketajamannya agar fungsinya semakin baik. Dan cara paling baik mengasahnya adalah dengan cinta___”

“Dok, tolong sembuhkan ibu saya”

Ungkapan di atas adalah salah satu kalimat yang seringkali diucapkan oleh pasien atau kerabat pasien kepada dokter. Dokter memang belajar bagaimana cara untuk memberikan terapi pada pasien yang sakit, tetapi, apakah benar bahwa dokter yang menyembuhkan seorang pasien?!

“Dokter hanyalah alat yang digunakan Tuhan sebagai perantara kesembuhan manusia”.

Jika diibaratkan dengan pisau yang harus sering diasah, pisau yang jarang diasah, akan semakin tumpul. Begitu juga dengan dokter. Kita harus terus mempertajam kemampuan kita dengan terus belajar dan memperbanyak pengalaman menangani pasien. Tak salah jika motto wajib seorang dokter adalah : ‘Long Life Education’, yang artinya seorang dokter wajib meneruskan proses pembelajarannya sepanjang hayat.

Jika sebuah alat sudah berkurang fungsinya, maka si pemakai bisa dengan bebas membuang dan menggantinya dengan yang baru. Jadi, bisa dikatakan bahwa jika kita masih ingin dijadikan alat perantara kesembuhan oleh Tuhan, maka kita harus memperlayak diri kita. Tak sepantasnya seorang dokter merasa sombong dengan ilmu yang dimilikinya. Karena memang yang berwenang dalam kesembuhan pasien adalah Tuhan. Tuhan yang Maha Menentukan kesembuhan dari suatu penyakit yang diderita oleh pasien. Maka, jangan pernah biarkan diri kita merasa tinggi hati dan lengah untuk terus mengasah kemampuan kita.

“Mengasah dengan cinta”.

Bukan hal mudah untuk menerapkan prinsip ‘long life education’ dalam bidang medis. Bayangkan saja, ilmu medis sangat dinamis, terus berkembang dari waktu ke waktu, dan seorang dokter harus terus meng-upgrade nya. Cara yang paling efektif untuk bisa terus mengejar kedinamisan ilmu medis adalah dengan mencintai apa yang kita kerjakan, sehingga kita akan terus terpacu untuk mempelajari hal tersebut sampai kita mampu melakukannya dengan baik. So, mulailah mencintai apa yang kamu kerjakan, dan kerjakanlah apa yang kamu cintai. Asah terus kemampuan kita sebagai dokter dengan mulai mencintai apa yang kita kerjakan dan kita pelajari di bidang medis ini.

“Kampus adalah sarana gladi bersih,, gunakan kesempatan sebaik baiknya”.

Gladi bersih adalah istilah yang biasa dipakai untuk kegiatan persiapan terakhir, sebelum mencapai tahap yang sebenarnya. Kampus adalah sarana gladi bersih untuk kita sebelum terjun ke dunia keprofesian, agar bisa mengembangkan rasa cinta terhadap apa yang kita lakukan, sehingga kita akan mampu untuk terus mengasah kemampuan kita tanpa harus merasa terbebani. Jadi, kepada rekan-rekan sejawat, marilah kita gunakan masa kuliah ini sebagai ajang untuk mencintai apa yang kita kerjakan dan pelajari, sehingga kita bisa terus termotivasi untuk tetap mengasah kemampuan kita-bahkan sampai menjadi professor sekalipun- dengan cinta.

I love being a medical student, and I’m trying my best to do a ‘long-life study’ for the sake of patient~

Salam Semangat untuk Sejawat  ^_^

 

2 thoughts on “Dokter adalah Alat yang digunakan Tuhan untuk Kesembuhan Manusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s