Merajut Kepompong

Setiap kehidupan punya fase masing-masing yang harus dilewati, bertahap, dan tak ada fase yang bisa dilangkahi. Itu mutlak. Tuhan pun telah berfirman:

“Sungguh akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)” -QS Al-Insyiqaq: 19-

Ibarat siklus hidup seekor kupu-kupu, meskipun fase metamorfosis dari kempompong menjadi kupu-kupu itu indah, tetap saja, telur yang hidup harus menetas menjadi ulat terlebih dulu.

Setelah 3 tahun mengumpulkan bekal ilmu di kampus sebagai mahasiswa pre klinik, kini saatnya belajar mengaplikasikannya dengan benar di masa-masa kepanitraan klinik sebagai dokter muda. Mengapa masih disebut belajar? Karena memang sebagai dokter muda, ilmuku belum bisa dikatakan cukup dan kepanitraan klinik adalah proses untuk menyemurnakan ilmuku agar bisa menjadi dokter yang kompeten. Ya, seperti ulat yang sedang mulai merajut kepompong, agar nantinya bisa berubah menjadi kupu-kupu yang sempurna.

Dan sumpah kepanitraan ini, adalah awal mula aku memijakkan kaki di dunia klinis,,,

Bismillah,, ridhoilah aku dan rekan-rekan sejawat untuk menerima misi dari Mu sebagai perpanjangan tangan dalam menyehatkan ummat, Ya Allah,, aamiiin~

-Sumpah Kepanitraan, 6 November 2012-

Notes: special thanks untuk makhluk bulan yang sudah jauh-jauh datang ke saturnus menghadiri sumpah kepanitraan d^o^b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s