Memori Kacang Koro

“Pada setiap satu kerutan di dahi ayah, ada satu memori tentang kita, putri dan ksatria  kecilnya, yang akan selalu tersimpan disana,,,”

Aku ingin bercerita, tentang ayahku. Cukup klasik sebenarnya, tetapi aku yakin hal ini juga pasti terjadi pada semua ayah di seluruh dunia. Ya, aku yakin itu. Jadi, sebelum aku lupa, akan kuceritakan disini, siapa tahu kalian mempunyai pengalaman yang sama denganku.

Sudah 3 bulan aku tak bertemu ayah karena berbagai kesibukan di RS, waktu yang cukup lama bagi seorang anak gadis sepertiku. 2 minggu ini aku bertugas di RS di daerah bogor, jadi niatku untuk pulang ke rumah saat weekend terpaksa harus ditunda. Tiba-tiba suatu hari ayah menelpon, dan berkata akan menjengukku ke bogor. Awalnya aku cukup kaget, mengingat ayah memang cukup sibuk dengan pekerjaannya.

Suatu siang di hari berikutnya ayah menepati janjinya. Beliau datang ke RS tempatku bertugas. Jujur, ada rasa bahagia terselip di hati. Sudah cukup lama rasanya aku tak melihat ayah. Beliau berdiri di depan pintu utama Rumah Sakit, menyunggingkan senyumnya. Aku langsung berlari ke arahnya, mencium pipi dan keningnya. Dan seketka hatiku berbisik, “ahh,, ayah, di dahi dan pipimu mulai terasa banyak kerutan. Dan lihat, rambutmu hampir memutih semua”.

Seperti biasa tak pernah ada pembicaraan spesial jika bertemu dengan ayah, hanya saling bertanya kabar, sedikit senda gurau, dan uang saku. Ya, hanya itu. Setelah itu ayah langsung memberikan satu kantong plastik belanjaan yang sempat ia beli di perjalanan. Lalu kami harus segera berpisah lagi, karena aku harus kembali bertugas. Ayah hanya mengucapkan petuah akhirnya, petuah yang selalu ia ucapkan ketika akan kembali melepas putri sulungya. Kalimat itu selalu sama, tak pernah bertambah atau berkurang satu kata pun.

“Baik- baik ya anakku,sayang. Selamat berjuang kembali. Your life is like a battle, so make sure you’ll win. This is your fate, dear my little sparrow “, kata ayah sambil mengecup keningku.

Sorenya aku baru sempat membuka kantong plastik yang diberikan oleh ayah. Aku tersenyum senyum sendiri melihat isinya. Snack-snack yang terlihat begitu ‘random’, seingatku, tak ada yang aku suka disana. Sangat berbeda dengan snack-snack yang biasa ibu beli untukku. Dan ada satu hal janggal diantara semua snack ‘random’ itu, 6 pack kacang koro big size. Malam harinya, ayah menelponku, dan kami bercakap cakap.

“Gimana, snacknya? Udah dimakan?”, pertanyaan yang cukup aneh dan terkesan tidak penting mengawali pembicaraan kami.

“Belum”, jawabku. “Aku heran, kenapa ayah beliin kacang koro banyak-banyak begini sih?”, aku meneruskan kalimatku, menanyakan kejanggalan snack kacang koro yang jumlahnya tidak normal menurutku dibanding snack lainnya, dan karena seingatku aku memang jarang memakan kacang koro.

“ohh,, itu,, ga, ayah inget aja, waktu kamu kecil dulu. Kita kan sering jajan kacang koro bareng di warung mang iwan depan rumah. Habis kamu bilang bentuk kacangnya lucu,,enak. Jadi, ya ayah beli yang banyak deh tadi.”

Aku terdiam sejenak mendengar alasan ayah. Rasanya mataku memanas, tak kuasa menahan butiran butiran yang menyembul keluar dari setiap sudut nya. Lalu sekelebat bayangan masa kecilku terbersit. Ya, aku baru ingat kembali, aku dulu pernah menyukai kacang itu, bahkan membelinya setiap malam bersama ayah. Dari mulai yang rasa original, rasa keju, sampai rasa pedas. Lalu kami memakannya bersama sama. Ayah, tak pernah ku sangka memori itu masih kuat melekat di ingatannya.

Ayah, yang lebih sering terkesan acuh, bahkan sepertinya tak banyak tahu tentang hal-hal kecil yang kita sukai. Tidak seperti ibu, yang banyak tahu, ukuran sepatu kita, warna kesukaan kita, bahkan apa snack yang kita suka. Tetapi dibalik semua itu, siapa sangka, ayah akan selalu berusaha mengingat masa-masa yang ia lewati bersama putri dan ksatria kecilnya. Meski waktu dan usia berisi keras menghapus ingatan itu dari benaknya, tetapi semakin keras pula usaha ayah untuk mengingatnya, karena ia tak mau saat saat paling berharga dalam hidupnya hilang begitu saja. I love you,dad.

*Cisarua- rainy day with a big hug for daddy*

kacang-korosari-400gr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s