WANITA DAN BUNGA

“Jika wanita dianalogikan sebagai bunga,,,”

 

Seorang gadis yang sedang putus asa duduk di kebun bunga. Lalu mencurahkan isi hatinya.

“Kenapa aku harus berbeda dari yang lain? Kenapa Tuhan seperti tidak adil menciptakan aku seperti ini? Wajahku tidak cantik. Aku tidak begitu cerdas. Tubuhku gemuk.”

 

Lalu Tulip yang anggun berkata,,,

 “Kau tahu, aku juga berbeda dari bunga lain. Aku hanya bisa tumbuh di suhu rendah musim dingin. Aku sedih, karena tak bisa mekar bersama dengan bunga-bunga lain di cerahnya musim semi, tetapi dengan begitu kehadiranku jadi ditunggu-tunggu.”

 

Bunga matahari yang ceria terseyum dan bergumam,,,

“Aku ditakdirkan untuk selalu menghadap panasnya cahaya si matahari yang angkuh. Bisa kau bayangkan, betapa menyebalkannya hal itu. Aku tak tahan dengan kesombongan si matahari. Tetapi dengan itu, kelopakku bisa mekar sempurna dengan cantik, sehingga orang orang menyebutku si bunga periang.”

 

Kaktus yang rendah hati menimpali,,,

“Aku juga buruk rupa. Kelopakku bergulung dan tajam, tak secantik bunga lain yang memiliki kelopak warna warni. Tetapi justru karena aku memiliki kelopak seperti ini, aku lebih bisa bertahan di cuaca yang tandus.”

 

Dandelion yang bijak pun ikut menasehati,,,

“Kelopakku begitu rapuh dan ringan, mudah terhempas angin. Tetapi dengan itu, aku bisa tumbuh dimanapun. Karena biji biji yang menempel di kelopakku bisa terbang jauh berkelana bersama angin.”

 

Akan selalu ada kata “tetapi” nantinya, yang akan muncul dibalik semua keluh kesah yang kita ucapkan, entah cepat atau lambat.

 

Kita semua istimewa. Tak perlu khawatir akan kekurangan yang ada, karena dibalik itu Tuhan menyelipkan kelebihan luar biasa yang hanya dimiliki oleh masing-masing individu.

Hanya perlu mata yang sedikit lebih jeli untuk melihat lebih dalam,,,

Telinga yang sedikit lebih banyak mendengarkan kalimat baik,,,

Mulut yang sedikit lebih tangguh agar tidak mengeluh,,,

Dan  hati yang sedikit lebih lapang untuk senantiasa bersyukur.

 

“,,,, dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati agar kalian bersyukur.”

[Q.S. An Nahl:78]

 

 

-Terinspirasi dari obrolan menyenangkan tentang bunga bersama salah satu teman-

*Jakarta 280713*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s