Sebuah Dongeng-AKU, SI KURA KURA LAMBAN, DAN SI KELINCI BODOH

“Jika kamu terjebak di tengah laut bersama dua orang, yang satu adalah orang yang penting untukmu dan pandai berenang, dan yang satunya lagi bukan siapa siapa yang tak pandai berenang. Yang mana yang akan kamu tolong? Mungkin aku harus memilih yang tak pandai berenang,,,”

 

Ini adalah sebuah dongeng tentang  kura-kura lamban dan  kelinci bodoh yang berlomba untuk lebih dulu sampai di garis finish. Dan aku, aku semacam peri hutan yang diutus si pembuat cerita untuk membantu salah satu dari mereka.

 

Ketika perlombaan dimulai, si kelinci bodoh itu tampak sangat bersemangat berlari, karena ia yakin dengan kakinya yang lincah, ia akan mengalahkan si kura-kura yang lamban. Si kura-kura yang meskipun lamban, tetap terlihat gigih menyeret tempurungnya dengan susah payah.

 

Di tengah perlombaan, kelinci yang bodoh itu memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon yang rindang. Karena ia merasa sudah jauh meninggalkan si kura-kura, dengan santainya ia tertidur. Lelap.

 

Si kura-kura lamban tak patah semangat. Ia yakin jika terus berusaha untuk melangkahkan kakinya, ia pasti akan sampai di garis finish.

 

Aku yang sejak tadi mengawasi mereka, kebingungan. Siapa yang harus kutolong, si kura-kura kah yang sudah dengan gigih berusaha sampai ke garis finish, atau si kelinci yang dengan bodohnya tertidur lelap di tengah perlombaan. Lalu, aku memutuskan untuk mengawasi mereka lebih lama lagi.

 

Si kura-kura lamban sudah melewati si kelinci bodoh yang masih tertidur lelap. Si kura-kura terus berjalan, meskipun perlahan, tapi tak pernah berhenti. Sampai akhirnya garis finish sudah sangat dekat, tepat di depan matanya.

 

Aku mulai bergerak mengayunkan tongkat periku sambil menyebutkan mantra ajaib, mendekati kelinci bodoh itu. Aku harus menedangnya sekarang juga agar ia terbangun. Meskipun ia tak akan bisa mengejar si kura-kura yang sudah di depan garis finish. Kurasa ini adalah pilihan yang tepat.

 

Kelinci bodoh itu lebih membutuhkan pertolonganku saat ini, karena harus ada yang menendangnya agar ia terbangun dan menyadari kebodohannya. Setidaknya ia bisa melanjutkan kembali perjuangannya yang tertunda untuk mencapai garis finish. Si kura-kura dengan kegigihannya yang luar biasa itu, tak perlu lagi bantuanku, karena dengan keyakinannya sendiri ia sudah bisa mencapai garis finish. Dan ya, nyatanya si kura-kura lamban itu memang menjadi juaranya . Semoga aku tak salah pilih, karena si pembuat cerita hanya memberikanku satu kesempatan untuk menolong salah satu diantara si kura-kura atau si kelinci.

 

*29-9-13*

kura-kura dan kelinci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s