Kopi Sore Si Abang Becak

becak

Mereka menyebutku ‘Si Abang Becak’.  Menjajakan jasa dan tenaga.  Meraup upah yang tak seberapa, 

dari kayuhan pedal tua.  Tapi setiap tetes keringat dan penat seolah menguap, 

bersama secangkir kopi di sore ini.  Ikut menghilang bersama senja, 

terlelap bersama malam yang gelap.  Ingin rasanya ku berdoa,  agar waktu membeku. 

Memberikan jeda bagi kedua kaki,  yang tak lagi kekar seperti dulu.

Do you love ‘afternoon-coffee’? I love it, and so does ‘abang becak’. We feel the same way, somehow😀

-My another relaxing-afternoon-coffee, 260214-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s